Padang Savana Cidaon

Minggu, 11 Desember 2016

Padang Savana Cidaon


padang savana

Terminalnya Penghuni Hutan Ujung Kulon


Merupakan padang savana yang terletak disebelah barat Taman Nasional Ujung Kulon dengan luas 4Ha. Padang savana ini merupakan tempat favorit bagi hewan asli Ujung Kulon, selain banteng jawa yang sudah pasti dapat kita jumpai dipadang savana ini seperti sapi, merak hijau dan satwa lain juga sering berkunjung ketempat ini.
Badak bercula satu yang merupakan binatang asli Ujung Kulon dan menjadi ikon Taman Nasional Ujung Kulon sesekali juga datang ketempat ini, namun sudah sangat jarang bisa kita temui, selain jumlahnya yang sangat sedikit satwa ini juga pemalu. Dengan penciuman yang tajam badak bercula satu akan berusaha pergi menjauh jika ada bau yang asing baginya.

Tidak heran bagi para peneliti baik lokal maupun asing butuh waktu berbulan-bulan dan peralatan pendukung yang lengkap untuk bisa melihat ataupun mendokumentasikannya.
Padang savana inilah lokasi yang menjadi start awal para peneliti memulai pencariannya.

Cara Mencapai Lokasi

Ada 2 cara untuk dapat berkunjung kelokasi ini:

  • Jalur laut, dengan memanfaatkan jasa sewa kapal wisata bermesin sama dengan mesin mobil Puso berkapasitas sampai 25 orang milik warga yang berada di desa Sumur atau desa Tamanjaya bisa ditempuh selama 3jam untuk tiba di bibir pantainya. Dari dermaga kita hanya perlu berjalan kaki sejauh kurang lebih 100m saja mata kita disajikan pemandangaan padang savana yang hijau dan satwa yang sedang menghabiskan waktu dipadang savana ini.
  • Jalur darat, bisa ditempuh dengan waktu 2 hari untuk sampai dilokasi ini, memang cukup memakan waktu lama namun bagi para pecinta alam jalur ini cukup menantang untuk dijelajahi karena memiliki senasasi tersendiri disetiap jaur perjalanannya, track yang bervariasi, hutan hujan yang luas dengan pepohonan, satwa liar, dan bukan hanya hutan saja yang didaptkan melainkan akan melewati pantai sejauh 18km dengan pasir putih dan pantai yang bersih dapat memberikan kesan tersendiri bagi para penjelajahnya.
Cara manapun yang dipilih sudah pasti sesuai dengan yang anda inginkan

Abadikan Momenmu

Berada dipadang savana untuk mengamati kehidupan satwa liar dari kejauhan dan mengabadikannya sebagai kenang-kenangan yang bisa kita bawa pulang, perasaan tentram nyaman timbul ketika melihat kawanan banteng jawa yang sedang melakukan berbagai macam aktivitas tanpa ada ancaman yang akan mengganggunya.


Tetap waspada jika ingin mendokumentasikan diri di alam liar

Kedatangan manusia sebenarnya mengganggu mereka, namun jika jarak kita berada jauh dari kerumunan mereka tidak akan pergi hanya tetap waspada terhadap kehadiran kita.
Jika ingin mengabadikan satwa ataupun anda disana sebisa mungkin hanya dari kejauhan, jikapun ingin mendekati disarankan untuk perlahan dan berada dibalik pepohonan tujuannya agar mereka tidak merasa tergaggu ataupun terancam karena kehadiran kita, perli dipahami bahwa mereka adalah satwa liar yang tidak terbiasa dengan kehadiran manusia. Dikhawatikan jika anda terlalu dekat mereka bisa saja menyerang anda karena merasa terancam, walaupun sebetulnya mereka akan menjauh masuk kedalam hutan jika sadar ada yang mendekati.
Menjaga alam beserta isinya adalah hal yang paling bijak yang bisa kita lakukan untuk keseimbangan Alam.

Dari bibir pantai padang savana terlihat jelas Pulau Peucang, yang menjadi salah satu tempat wisata populer bagi para taveler, bisa dibilang kalau belum ke pulau peucang anda belum ke Ujung Kulon.
Lokasi tersebut sangat dekat hanya butuh waktu 10 menit jika menyebrang dengan kapal wisata. Dibelakang Pulau Peucang kita juga bisa melihat Pulau Panaitan yang menyimpan banyak sejarah yang belum ditelusuri.



Beberapa wilayah yang biasa dikunjungi oleh wisatawan di Kawasan Nasional Ujung Kulon adalah Gunung Honje, Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Handeleum dan Pulau Panaitan.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Copyright © 2015 Wisata Ujung Kulon - Taman Nasional Ujung Kulon All Right Reserved